Rendahnya minat siswa di Kabupaten Tolitoli untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Gorontalo mendorong Paguyuban PERPIT Cabang Gorontalo menerapkan strategi komunikasi persuasif dalam kegiatan sosialisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif yang digunakan PERPIT untuk memotivasi siswa melanjutkan pendidikan di Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan PERPIT memotivasi siswa melalui optimalisasi unsur-unsur komunikasi persuasif yang meliputi: (1) Kredibilitas komunikator sebagai mahasiswa asal Tolitoli yang berpengalaman kuliah di Gorontalo, (2) Penyampaian pesan yang relevan melalui humor dan pengalaman pribadi, (3) Pemanfaatan media variatif termasuk grup WhatsApp, serta (4) Umpan balik positif dari siswa. Keberhasilan ini tercermin dari tingginya antusiasme siswa yang ditunjukkan melalui partisipasi 149 siswa dalam grup WhatsApp, interaksi aktif selama sosialisasi, dan persiapan dokumen pendaftaran. Temuan penelitian membuktikan bahwa pendekatan persuasif berbasis pengalaman nyata dan kedekatan emosional dapat digunakan untuk memberikan pertimbangan pendidikan siswa Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Paguyuban Mahasiswa, Motivasi Pendidikan, Perguruan Tinggi, PERPIT