Buah nangka (Artocarpus heterophyllus) dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk jus. Pengolahan buah nangka masih terbatas dan belum banyak ditemui di pasaran. Buah nangka merupakan buah klimaterik yang mudah rusak atau tahan lama, sehingga perlu adanya pengolahan lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik minuman instan buah nangka dengan metode Foam Mat Drying dan respon panelis terhadap minuman serbuk instan buah nangka. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 Faktor dengan 5 perlakuan konsentrasi tween 80, 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% menggunakan metode foam mat drying. Selanjutnya akan diuji kandungan kadar air, kelarutan, warna, vitamin C, Rendemen dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tween - 80 memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, kelarutan, warna L, warna a, vitamin C, rendemen, dan total padatan terlarut. Hasil nilai kadar air berkisar 4,39%- 7,53% , nilai tertinggi pada P1 7,53?n terendah pada P5 4,39%, kelarutan nilai terendah pada P1 83,51% , nilai tertinggi pada P5 90,12%, vitamin C nilai tertinggi pada perlakuan P1 10,10 mg/100 g dan nilai terendah pada perlakuan P5 4,93 mg/100, rendemen nilai tertinggi pada perlakuan P5 18,47 ?n nilai terendah pada perlakuan P1 11,00 %, total padatan terlarut nilai tertinggi pada perlakuan P5 39,50% nilai terendah pada P1 30,67%, uji organoleptik terhadap minuman serbuk instan buah nangka dengan konsentrasi Tween - 80 memberikan pengaruh nyata terhadap organoleptik warna, rasa, aroma. Kata kunci : Foam mat drying, minuman instan, Nangka, Tween - 80