PUSAT KEBUDAYAAN SUWAWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR

ANISA LUTFIANA Y. HARUN (551419008)
Skripsi
Pembimbing
Zuhriati A. Djailani, S.T., M.T. (0019027402)
Dr. Heryati, S.T., M.T. (0012017106)
Tanggal Upload
20-03-2025
Abstract

Pusat kebudayaan merupakan wadah informasi dan pengembangan budaya. Suwawa yang merupakan perintis keturunan Gorontalo dalam asosiasi adat Gorontalo menempati posisi sebagai Tiyombu atau nenek moyang yang menjadi cikal bakal masyarakat dan sebagai sumber referensi adat Gorontalo. Potensi budaya Suwawa yang masih kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah Bone Bolango ditunjukkan dengan fasilitas yang kurang mewadahi, hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dan menghilangnya minat generasi muda tentang kebudayaan Suwawa. Metode yang digunakan dalam perancangan Pusat Kebudayaan Suwawa ini adalah metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder melalui studi literatur dan studi banding. Data-data tersebut dianalisis menjadi sebuah konsep perancangan yang dapat ditransformasikan melalui eksplorasi desain menjadi model perancangan Pusat Kebudayaan Suwawa. Perancangan Pusat Kebudayaan Suwawa diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengenalkan kembali kebudayaan Suwawa dengan memberikan informasi lengkap serta mewadahi segala bentuk aktivitas kebudayaan dengan menerapkan tema arsitektur neo vernakular sebagai upaya menghidupkan kembali karakteristik lokal pada bentuk dan tampilan bangunan yang dirujuk dari kaidah dan bentuk rumah adat Gorontalo. Kata kunci: Arsitektur Neo Vernakular, Pusat Kebudayaan, Suwawa,