Tanah longsor adalah salah satu bencana geologi yang kerap terjadi di Indonesia dan dapat merenggut korban jiwa. Potensi tanah longsor bisa terjadi pada wilayah dengan kondisi morfologi yang terjal dengan sudut kemiringan lereng yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, mengidentifikasi dan memetakan daerah rawan longsor, dan melakukan validasi terhadap peta kerawanan longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi lapangan yang meliputi pengamatan geomorfologi, pemetaan geologi, dan analisis struktur serta analisis data sekunder berupa data kemiringan lereng, data curah hujan, dan data tutupan lahan. Berdasarkan hasil penelitian pada pengamatan geomorfologi terdapat 3 satuan yaitu satuan dataran aluvial, satuan dataran teras terumbu, dan satuan pegunungan zona sesar. Berdasarkan stratigrafi daerah penelitian terdapat 4 jenis satuan litologi yaitu dasit, breksi piroklastik, batugamping bindstone, dan aluvial. Struktur daerah penelitian terdapat sesar normal dengan nilai σ1 77º N 82º E, σ2 05º N 194º E, dan σ3 10º N 285º E serta struktur berupa kekar berpasangan dengan nilai tegasan utama atau σ1 N 176º E/51º, dan nilai σ2 N 80º E/06º, σ3 N 345º E/36º. Parameter yang mempengaruhi longsor adalah kemiringan lereng, litologi, curah hujan, struktur, dan tutupan lahan. Berdasarkan analisis kerawanan longsor Desa Olele, terdapat 3 kelas kerawanan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kerawanan longsor rendah seluas 28,05 Ha, kerawanan longsor sedang seluas 900,44 Ha, dan kerawanan longsor tinggi seluas 175,47 Ha. Kata kunci : Geologi, Longsor, Desa Olele, parameter, kerawanan.