Pada era digital ini, mahasiswa dengan mudah beraktivitas dan berkomunikasi menggunakan media sosial, serta sebagai salah satu cara untuk mencari informasi akademis maupun non-akademis. Media sosial bukan hanya sekedar tempat mencari informasi, namun juga sebuah kesempatan untuk melihat aktivitas yang dilakukan orang lain, yang dianggap lebih menyenangkan daripada dirinya atau dikenal sebagai fenomena Fear of Missing Out. Dari fenomena FoMO ini berdampak pada meningkatnya penggunaan media sosial, lama waktu penggunaan media sosial dikenal dengan social media addiction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan Social Media Addiction pada Mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah 144 mahasiswa Keperawatan angkatan 2020, Universitas Negeri Gorontalo (36 Laki-laki dan 108 Perempuan) yang ditentukan dengan Teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner FoMO Scale dan Bergen Social Media Addiction Scale. Teknik analisa data dilakukan menggunakan IBM SPSS dengan uji analisa Pearson product moment. Hasil analisa menunjukkan sebanyak 76 mahasiswa mengalami (Positif) FoMO (52,8%) dan mahasiswa mengalami social media addiction dalam kategori addict sebanyak 83 mahasiswa (57,6%). Uji Pearson dengan nilai p-value 0,00 (˂p-value 0,05) yang berarti Fear Missing Out (FoMO) dengan Social Media Addiction memiliki hubungan yang signifikan. Selain itu, nilai koefisien korelasi menunjukkan nilai 0,336 yang berarti hubungan kedua variabel bersifat cukup (0,25-0,50) dengan arah hubungan positif (searah), sehingga jika FoMO meningkat maka Social Media Addiction juga meningkat, dan sebaliknya. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi mahasiswa terkait dengan fenomena Fear of Missing Out dan Social Media Addiction. Kata Kunci : Fear of Missing Out (FoMO), Keperawatan, Mahasiswa, Remaja, Social Media Addiction.