FORMULASI, KARAKTERISASI DAN UJI STABILITAS FISIK FITOSOM EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA)

PRISTIYA T. AHMAD (821421078)
Skripsi
Pembimbing
Robert Tungadi, S.Si., M.Si., Apt (0025107607)
Fika Nuzul Ramadhani, M,Sc., Apt (0003049108)
Tanggal Upload
02-01-2026
Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa flavonoid kuersetin yang memiliki aktivitas antioksidan kuat dan berpotensi sebagai agen terapeutik alami. Namun, bioavailabilitas kuersetin sangat rendah karena sifatnya yang lipofilik dan kelarutannya yang terbatas dalam air, sehingga diperlukan pengembangan dalam bentuk fitosom untuk meningkatkan penyerapan dan ketersediaan hayatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fosfatidilkolin terhadap karakterisasi dan stabilitas fisik fitosom ekstrak daun kelor. Fitosom dibuat menggunakan metode injeksi etanol dengan perbandingan fosfatidilkolin yaitu F1 0,5 persen, F2 1 persen dan F3 2 persen dalam 0,1 gram ekstrak untuk memperoleh formula terbaik. Evaluasi karakteristik dilakukan melalui pengukuran efisiensi penjerapan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan stabilitas selama penyimpanan pada suhu 4°C dan 25°C selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi fosfatidilkolin berpengaruh signifikan terhadap ukuran partikel, efisiensi penjerapan dan stabilitas fisik fitosom. Formula terbaik diperoleh pada F3 2 persen yaitu perbandingan ekstrak dan fosfatidilkolin tertinggi, dengan ukuran partikel yanga lebih kecil yaitu 109 nm, efisiensi penjerapan sebesar 57 persen dan stabilitas optimum selama penyimpanan pada suhu dingin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa formulasi fosfatidilkolin fitosom ekstrak daun kelor berpengaruh terhadap ukuran partikel, stabilitas fisik, dan efisiensi penjerapan (Persen EE). Kata Kunci Ekstrak Daun Kelor, Fitosom, Karakterisasi, Stabilitas