Sungai sangat penting bagi kehidupan, terutama bagi rumah dan makhluk hidup. Air sungai yang telah tercemar apabila digunakan secara berulang-ulang dan terus menerus dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dermatitis dan saluran pencernaan seperti diare. Kejadian dermatitis akibat pencemaran air sungai pada masyarakat sekitar Sungai Bone belum banyak dilakukan sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui pemetaan kejadian dermatitis akibat pencemaran air sungai pada masyarakat sekitar Sungai Bone, Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bone Bolango tepatnya di Sungai Bone, Provinsi Gorontalo dengan populasi sampel yaitu pasien dermatitis di puskesmas sekitar sungai bone pada bulan September-Oktober tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan mixed-method. Pengumpulan data meliputi pengumpulan data sekunder dari rekam medis pasien dermatitis setiap Puskesmas di sekitar Sungai Bone dan kuesioner yang diadaptasi dari social mapping & baseline survey yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analitik univariat. Didominasi oleh responden perempuan (70,44%) dan kelompok umur 5-11 tahun (19,47%) dengan mayoritas dermatitis kontak alergi sebanyak 534 responden (64,33%) di wilayah 7 Puskesmas. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Sungai Bone rentan alergen, bahkan yang didapat melalui kontak langsung dengan air sungai. Kejadian dermatitis tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Kabila dan kejadian dermatitis terendah berada di wilayah kerja Puskesmas Suwawa Selatan. Diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai kejadian dermatitis bagi lokasi penelitian. Kata Kunci: Dermatitis; pencemaran sungai; sungai bone Daftar Pustaka: 22 (2007-2022)