Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan dan umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) pada organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai faktor terhadap keikutsertaan wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di wilayah Puskesmas Kota Barat Kota Gorontalo Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 97 responden. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pengetahuan, jenis pekerjaan, informasi, faktor reproduksi, dukungan suami, akses layanan kesehatan, dukungan tenaga kesehatan, usia pernikahan, faktor psikologis, serta budaya dan norma sosial dengan keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA. Analisis multivariat dengan regresi logistik berganda digunakan untuk menentukan faktor yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh variabel berpengaruh terhadap keikutsertaan WUS pada pemeriksaan IVA, yaitu pengetahuan (ρ=0.018), pekerjaan (ρ=0.042), informasi (ρ=0.039), faktor reproduksi (ρ=0.024), dukungan suami (ρ=0.040), akses layanan (ρ=0.004), dukungan tenaga kesehatan (ρ=0.016), faktor psikologis (ρ=0.018), serta budaya dan norma sosial (ρ=0.000). Faktor yang paling dominan adalah budaya dan norma sosial (p=0.026) serta dukungan suami (p=0.044). Kesimpulannya, keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan dukungan lingkungan. Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi melalui posyandu, PKK, serta kegiatan masyarakat, serta mengembangkan inovasi layanan seperti IVA keliling untuk mempermudah akses pemeriksaan. Kata Kunci : WUS, IVA, Infeksi, HPV, Pengaruh, Budaya.